Finsy.co.id – Generasi millenial (mereka yang lahir di antara tahun 1981-1996) sering dikatakan sebagai generasi “narsis”, “malas” mau seenaknya saja, dan mempunyai kebiasaan finansial yang kurang baik. Tetapi, generasi millenial juga dikenal sebagai generasi yang paling berjiwa pengusaha, idealis, dan optimis. 

Generasi millennial memiliki kebiasaan finansial yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Contohnya, generasi ini berani mengeluarkan uang untuk experience (contohnya seperti kebiasaan jalan-jalan/traveling). Banyak juga generasi ini yang nyemplung di dunia freelance atau bekerja secara remote (tidak harus di kantor). Karena kebiasaan-kebiasaan yang unik ini lah, cara mengatur keuangan pribadi untuk milenial pastinya berbeda daripada generasi sebelumnya.

Walaupun masih muda, tetapi sebagai generasi milenial kamu sudah harus memikirkan jangka panjang hidupmu. Ada beberapa hal mendasar yang harus kamu perhatikan:

  1. Budgeting atau Anggaran Keuanganmu

Kunci dari kesehatan finansial adalah dengan membuat budgeting atau planning keuangan secara matang. Tanpa budgeting, kamu tidak bisa mengukur pengeluaran, pemasukan, ataupun berapa jumlah uang yang kamu harus kamu tabung. Istilahnya, budgeting atau anggaran pembelanjaan dan pemasukan mu menjadi tolak ukur kesehatan finansial mu.

Baca juga: Cek Kesehatan Finansial mu dengan 5 Cara Ini

Bila kamu belum juga membuat budgeting atau sistem tracking pemasukan dan pengeluaran mu, banyak sekali tool yang bisa kamu gunakan untuk membuatnya, seperti dengan menggunakan Microsoft Excel atau dengan Google Sheets. 

Caranya mudah, kamu tinggal menjumlahkan seluruh pemasukan mu (dari gaji, bonus, hasil freelance, dan lain-lain), lalu dikurangi dengan pengeluaran setiap bulan (seperti rental, transportasi, bensin, asuransi, cicilan). 

Setelah itu, kamu bisa melihat berapa uangmu yang bisa kamu sisihkan untuk ditabung (sebaiknya 20% dari seluruh pemasukan mu kamu tabung atau investasikan).

2. Mulai Menabung dan Berinvestasi

Menabung dan berinvestasi sangat penting untuk kesehatan finansial jangka panjang mu. Rencana tabunganmu juga seharusnya terdiri dari tabungan jangka pendek (untuk sekunder seperti jalan-jalan, belanja) dan tabungan jangka panjang (seperti membeli rumah, kendaraan bermotor, dan dana pensiun). 

Baca juga: Tips mendapatkan harga tiket pesawat murah

Cara paling mudah untuk menabung dan berinvestasi adalah untuk secara otomatis menyisihkan uang sedikit demi sedikit dari gajimu untuk ditaruh di tabungan. Dengan begitu, kamu tidak akan punya alasan tidak menabung lagi.

Penting juga untuk mengingat 50-30-20 rule : 50% dari pemasukan digunakan untuk kebutuhan primer, 30% dari pemasukan digunakan untuk kebutuhan sekunder, lalu 20% disisihkan untuk tabungan dan investasi.

3. Jangan lupa siapkan dana darurat

Sebaiknya kamu juga menyiapkan dana darurat yang bisa langsung cair. Dana darurat yang sehat sebaiknya sebanyak uang yang kamu butuhkan untuk 6-12 bulan hidup (maka dari itu, penting untuk kamu menghitung seberapa banyak pengeluaran perbulan dan juga hutang ataupun cicilan yang kamu miliki setiap bulannya).

Fungsi dana darurat adalah untuk mempersiapkan mu secara finansial bila ada kejadian atau kecelakaan yang tidak diinginkan (misalnya, kamu tiba-tiba jatuh sakit dan tidak bisa bekerja, di PHK atau keadaan darurat lainnya).

5. Cari sumber pemasukan alternatif

Bila kamu sanggup, kamu bisa mencari pekerjaan sampingan atau pekerjaan freelance untuk pemasukan atau income tambahan. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan pemasukan alternatif mu sebagai uang untuk kebutuhan sekunder, sedangkan pemasukan gaji mu untuk ditabung.

Walaupun masih muda, pengaturan keuangan pribadi sudah harus kamu pikirkan sejak dini. Ingat, pengaturan keuangan sifatnya jangka panjang. Bila tidak diatur dari sekarang, kamu akan merasakan dampak negatif nya nanti di hari tua.