Finsy.co.id – Dalam melakukan pengelolaan keuangan, pajak sudah bukan hal yang asing. Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita membayar kewajiban pajak kita. Tapi, pajak apa saja yang harus kita bayarkan? Ada beberapa jenis pajak yang berlaku di Indonesia dan  Direktorat Jenderal Pajak telah menggolongkannya menjadi dua jenis pajak yaitu Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Berikut penjabaran singkat apa saja yang termasuk jenis Pajak Pusat, dan yang mana termasuk Pajak Daerah:

Pajak Penghasilan (PPh)

Jenis pajak yang pertama adalah Pajak Penghasilan atau PPh. Untuk kamu yang telah bekerja, maka jenis pajak satu ini pasti sudah tidak lagi asing. PPh merupakan pajak yang ditanggung orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu tahun pajak.

Baca juga: 4 Risiko Investasi yang Perlu Dipahami Sebelum Berinvestasi

Namun, bukan berarti setiap orang yang bekerja dan memiliki penghasilan pasti harus membayar jenis pajak satu ini. Berdasarkan perundang-undangan, ada Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP dimana penghasilan dalam jumlah tertentu tidak akan dikenakan PPh. Nilai dari PTKP ditentukan oleh negara dan bisa berubah setiap tahunnya tergantung kebijakan dan kondisi keuangan negara.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN merupakan jenis pajak lainnya yang juga sangat umum dan tak asing. Jenis pajak satu ini ditanggung oleh konsumen saat membeli barang/produk atau jasa yang dikenakan pajak. Umumnya PPN memiliki nilai 10% dari harga barang atau jasa dan ditanggung oleh konsumen. Contoh pajak ini sangat umum ditemukan pada saat kamu makan di restaurant.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Jika PPN umumnya dikenakan pada barang atau jasa yang umum dikonsumsi masyarakat, maka jenis pajak satu ini dikenakan untuk barang-barang yang tidak termasuk kebutuhan pokok dan umumnya memiliki harga yang sangat tinggi. Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM memang dikhususkan untuk barang-barang mewah bernilai tinggi yang umumnya hanya dikonsumsi oleh masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.

Contoh produk yang bisa terkena PPnBM adalah rumah dan apartemen mewah, pesawat jet pribadi, senjata api, dan berbagai hal lainnya. Nilai pajak dari PPnBM juga berbeda-beda tergantung penggolongan produknya menurut perundang-undangan negara namun tentunya nilai dari pajak ini lebih tinggi daripada PPN.

Bea Materai

Pajak yang tergolong pajak pusat selanjutnya adalah Bea Materai. Bea Materai merupakan pajak yang berlaku atas pemanfaatan dokumen, seperti surat perjanjian, akta notaris, kwitansi pembayaran, surat berharga, dan sebagainya. Penerbitan surat-surat dan dokumen ini membutuhkan Bea Materai yang nilainya akan masuk sebagai pajak pusat.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB adalah pajak yang ditanggung untuk kepemilikan dan atau pemanfaatan dari tanah/lahan dan juga bangunan. Seperti PPh, PBB dibayarkan oleh pemilik aset tanah atau rumah setiap tahunnya dengan nilai yang nilainya telah diatur oleh perundang-undangan dan bisa saja berbeda untuk setiap daerah dan berubah setiap tahunnya mengikuti kebijakan pemerintah.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Diketahui Mengenai BPJS Ketenagakerjaan

Meskipun tergolong dalam pajak pusat, namun penerimaan dari PBB masuk dalam pemasukan pemerintah daerah. Pajak Daerah memiliki banyak sekali bentuk dan jenis serta digolongkan menjadi dua jenis yakni Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten atau Kota.

Pajak Provinsi

Jenis-jenis pajak yang termasuk dalam Pajak Provinsi antara lain:

  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
  • Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
  • Pajak Air Permukaan
  • Pajak Rokok.

Pajak Kabupaten/Kota

Jenis-jenis pajak yang termasuk dalam Pajak Kabupaten atau Kota antara lain:

  • Pajak Hotel
  • Pajak Restoran
  • Pajak Hiburan
  • Pajak Reklame
  • Pajak Penerangan Jalan
  • Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
  • Pajak Parkir
  • Pajak Air Tanah
  • Pajak Sarang Burung Walet
  • PBB
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

Kini, sudahkah kamu tahu pajak-pajak apa saja yang harus kamu penuhi? Pengelolaan keuangan yang baik juga berarti melakukan pengelolaan pajak dengan baik. Ayo, jadilah warga negara yang baik dengan wajib bayar pajak.