Finsy.co.id – Utang tak selalu berarti beban keuangan yang negatif. Tak sedikit orang yang justru bisa mendapatkan keuntungan tambahan melalui utang yang ia miliki. Utang yang bisa mendatangkan pendapatan inilah yang biasa dikenal dengan istilah utang produktif. Selain itu, ada pula istilah utang konsumtif.

Apa itu utang konsumtif dan bagaimana kamu bisa mengelola utang agar utang yang kamu miliki bisa menjadi utang produktif? Simak ulasan singkat mengenai utang konsumtif dan utang produktif berikut:

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Hutang Terus Menumpuk

Pengertian Utang Konsumtif & Utang Produktif

Utang konsumtif adalah utang yang nilainya akan terus berkurang seiring berjalannya waktu yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan tidak berdampak atau berpotensi menambah pendapatan atau penghasilan yang dimiliki. Contoh dari utang konsumtif adalah ketika kamu menginginkan jam tangan atau gadget terbaru dan membelinya dengan cara kredit atau dicicil, maka utang yang ditimbulkan dari cicilan ini bisa dikategorikan sebagai utang konsumtif.

Sedangkan, utang produktif adalah utang yang mampu meningkatkan nilai dari keuangan yang kamu miliki atau bersifat produktif. Sederhananya, utang produktif mampu meningkatkan atau berpotensi menambah pendapatan atau penghasilan yang kamu miliki. Contoh dari utang produktif adalah pinjaman uang yang digunakan untuk membeli tambahan mesin cetak untuk usaha percetakan yang kamu miliki atau bisa juga dengan merenovasi rumah lama untuk meningkatkan nilai jual dari properti tersebut.

Mengubah Utang Konsumtif menjadi Utang Produktif

Pada dasarnya, yang membedakan antara utang konsumtif dan produktif adalah pemanfaatkan dari kebutuhan yang diperoleh dari utang itu sendiri. Hal yang umumnya bersifat konsumtif, bisa saja berubah menjadi produktif. Misalkan saja, jika kamu mencicil motor hanya untuk sekedar kebutuhan sehari-hari yang sebenarnya tidak terlalu prioritas, maka cicilan motor tersebut bisa saja menjadi utang konsumtif.

Baca juga: Inilah Perbedaan Hutang, Utang dan Piutang

Namun, jika motor yang kamu beli tersebut bisa mengurangi ongkos atau pengeluaran transportasi umum sehari-hari yang kamu gunakan untuk ke tempat kerja, maka cicilan motor tersebut bisa menjadi utang produktif. Jadi, saat tak selamanya utang yang kamu ajukan selalu berupa utang konsumtif asalkan kamu bisa melakukan pengelolaan asset ataupun kebutuhan yang kamu dapatkan melalui utang tersebut sehingga kamu bisa meningkatkan produktivitas serta penghasilan yang kamu miliki. Meskipun utang produktif sering dianggap utang yang bersifat baik untuk keuangan, perlu kamu ketahui bahwa pengelolaan yang buruk dan tidak terencana juga bisa membuat utang produktif menjadi permasalahan keuangan di masa depan. 

Tak berbeda jauh dengan utang secara umum, kamu tetap memerlukan rencana keuangan yang matang sebelum memutuskan untuk memiliki utang produktif. Di awal, kamu tentu harus memiliki prediksi dari nilai peningkatan penghasilan dari utang produktif tersebut untuk mengetahui apakah penghasilan tersebut cukup untuk menutupi bunga dari utang di kemudian hari.

Baca juga: Intip Cara Memulai Investasi bagi Pemula!

Lalu, setelah memiliki utang, kamu juga perlu merencanakan pelunasannya. Mulai dari menetapkan jumlah besaran dan mampu dicicil dan berapa lama periode cicilan tersebut. Disiplin dalam pengelolaan utang inilah yang akan membantu kamu memaksimalkan keuntungan dari memiliki utang produktif. Setelah mengetahui mengenai apa itu utang konsumtif dan utang produktif, kini kamu tentu memahami bahwa utang tidak selalu buruk dan sebaliknya bisa mendatangkan keuntungan bagi keuangan.

Punya rencana kebutuhan yang bisa kamu penuhi melalui utang konsumtif? Finsy bisa jadi solusi mudah untukmu. Dengan proses cepat dan cara yang mudah, Finsy memberikanmu banyak pilihan pinjaman dana secara online untukmu. Sudah siapkah kamu mengubah kebiasaan utang konsumtif menjadi utang yang produktif?