Finsy.co.id – Untuk kamu yang tengah merencanakan untuk memiliki rumah, persiapan dana bisa jadi kendala yang paling berat karena harga properti yang cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Ketika masalah pendanaan untuk membeli rumah atau tempat tinggal datang, KPR dan KPA menjadi salah satu solusi favorit. Namun, apa sebenarnya KPR dan KPA itu? Berikut penjelasan singkat mengenai KPR dan KPA untuk kamu yang hendak mengajukan KPR atau KPA!

Apa itu KPR dan KPA?

KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, suatu program keuangan untuk mencicil rumah atau tempat tinggal. Program KPR memungkinkan kamu untuk memiliki rumah hanya dengan dana uang muka terlebih dahulu, dan sisa dari harga rumah dicicil setiap bulan dengan rentang waktu sesuai kesepakatan dan juga bunga sesuai dengan lembaga keuangan penyedia program KPR.

Baca juga: 7 Langkah Memiliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

Sedangkan, KPA yang merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Apartemen pada dasarnya sama dengan KPR, hanya saja produk tempat tinggal yang dicicil bukan berupa rumah tapak, melainkan hunian vertikal yang lebih dikenal dengan istilah rumah susun atau apartemen. Saat mengajukan KPR atau KPA, kamu tak hanya harus mencari Bank atau lembaga keuangan lainnya yang menawarkan program KPR, tetapi juga developer atau penjual properti yang telah bekerja sama atau menawarkan metode pembayaran dengan cara KPR atau KPA.  Meskipun jika dihitung dengan bunga, harga rumah atau apartemen yang dibeli dengan program KPR atau KPA terbilang lebih tinggi dan mahal, namun KPR dan KPA tetap menjadi salah satu solusi favorit karena bisa mempercepat proses kepemilikan tempat tinggal.

Persyaratan Pengajuan KPR dan KPA

Lalu, untuk bisa mengajukan KPR atau KPA, apa saja persyaratan yang diperlukan? Secara umum, persyaratan mengajukan KPR dan KPA adalah sebagai berikut:

  • Umur Dari Calon Pemohon Minimal 21 Tahun dan Tidak Lebih Dari 50 Tahun
      • KTP
      • Akta Nikah atau Akta Cerai
      • Kartu Keluarga
      • Surat Keterangan Warga Negara Indonesia
      • Dokumen Kepemilikan (SHM, IMB dan PBB)

 

  • Dokumen Tambahan Untuk Karyawan:
      • Slip Gaji 3 Bulan Terakhir
      • Surat Keterangan Kerja
      • Buku Tabungan Dengan Transaksi Keluar Masuk 3 Bulan Terakhir

 

  • Dokumen Tambahan Untuk Wiraswasta:
      • Bukti Transaksi Usaha Yang Dimiliki
      • Rekening Tabungan Beserta Catatannya
      • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
      • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
      • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Namun, di luar dari persyaratan umum tersebut masih ada beberapa persyaratan atau ketentuan lain yang perlu kamu ketahui jika ingin mengajukan KPR atau KPA.

Baca juga: 4 Risiko Investasi yang Perlu Dipahami Sebelum Berinvenstasi

Dokumen untuk Mengajukan KPR atau KPA

Untuk bisa mengajukan KPR atau KPA, pihak Bank tentu memerlukan dokumen untuk memastikan kelengkapan dari properti yang hendak kamu beli melalui program KPA. Untuk itu, dokumen seperti IMB (Izin Membangun Bangunan), salinan sertifikat tanah, salinan surat tanda jadi dari developer, dan berbagai dokumen terkait properti tersebut harus bisa kamu berikat atau tunjukkan pada pihak pemberi KPR. Sedangkan untuk KPA dokumen properti yang diperlukan antara lain salinan surat pemesanan apartemen, salinan pembayaran booking fee, salinan jadwal pembayaran, dan dokumen terkait lainnya bila diminta atau diperlukan.

Biaya untuk Mengajukan KPR atau KPA

Meskipun KPR atau KPA merupakan program cicilan bulanan, bukan berarti tak ada dana yang perlu kamu keluarkan di awal. Ada beberapa biaya yang kamu perlu persiapkan untuk bisa mengajukan KPR atau KPA. Biaya tersebut antara lain:

  • Biaya tanda jadi

Meskipun tak selalu ada, namun tak jarang pada saat membeli properti, kamu diminta untuk membayar tanda jadi sebagai tanda bahwa kamu telah setuju untuk melakukan pembelian unit rumah atau apartemen tersebut.

  • Uang muka

Setelah tanda jadi, biaya yang harus kamu keluarkan selanjutnya adalah uang muka ataupun down payment. Setiap penyedia program KPR atau KPA memiliki persyaratan berbeda-beda mengenai besaran dari uang muka yang harus dibayarkan. Umumnya biaya uang muka yang diperlukan berkisar 20-30% dari harga penuh properti tersebut.

Baca juga: Berapakah Tabungan yang Harus Dimiliki di Setiap Jenjang Usia?

  • Biaya notaris untuk KPR

Untuk bisa mengajukan KPR, kamu memerlukan jasa notaris untuk kepengurusan kredit pemilikan rumah tersebut. Dan jasa notaris ini memerlukan biaya yang perlu kamu persiapkan juga.

  • Pajak

Biaya terakhir yang perlu kamu persiapkan saat mengajukan KPR atau KPA adalah pajak. Pajak yang umumnya akan kamu temukan saat transaksi properti antara lain pajak penjualan atau pajak penghasilan yang menjadi beban pihak yang menjual rumah yakni sebesar 5% dari harga jual dan pajak pembelian atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar 5% dari harga jual dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak. Setelah biaya harga rumah dikurangi dengan tanda jadi dan uang muka, sisa dari harga tersebutlah yang akan kamu cicil beserta bunganya melalui program KPR atau KPA.

Mengajukan KPR dan KPA ternyata tidak begitu sulit bukan? Kehadiran program KPR dan KPA bisa jadi solusi untuk masalah keuangan untuk kepemilikan rumah atau tempat tinggal. Dan untuk masalah keuangan lainnya, Finsy bisa jadi solusi untukmu. Aplikasi Finsy memungkinkanmu mengajukan pinjaman dana secara online dengan proses yang mudah dan juga cepat. Mulai dari dana untuk modal usaha, investasi, atau berbagai kebutuhan lainnya, Finsy bisa jadi solusi yang praktis!