Finsy.co.id – Kapankah terakhir kali kamu pergi ke dokter, untuk menyembuhkan penyakit atau untuk pengecekan rutin? Tujuan kita ke dokter adalah untuk mengevaluasi kesehatan kita, dan menyembuhkan apa yang sakit. Begitupun dengan kesehatan finansial, sudah seharusnya kita memberikan perhatian yang sama, seperti kita memperhatikan kesehatan tubuh kita.

Evaluasi & pengecekan kesehatan finansial harus dilakukan oleh setiap orang di segala umur. Dari yang masih sekolah, sampai yang sudah pensiun. Dengan kamu mengetahui dan menyadari seberapa matangnya kesehatan finansialmu, kamu bisa menjadi realistis dan mengambil tindakan untuk memperbaiki keadaanmu. 

Bagaimanakah cara dan langkah untuk mengecek kesehatan finansial? Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan!

Baca juga: Cara Sederhana Mencatat Keuangan Pribadi

Tentukan Net Worth (Kekayaan Bersih)

Langkah pertama untuk mengetahui kesehatan finansial mu adalah dengan menghitung seluruh net worth atau nilai kekayaan bersih mu. Caranya adalah dengan menambahkan semua aset mu, lalu dikurangi dengan segala jenis hutang. 

Caranya mudah. Coba tulis semua aset mu, dari uang yang kamu punya, tabungan, properti yang kamu miliki, investasi, dan lain lainnya. Gabungkan ini semua, lalu kurangi dengan segala hutang yang kamu miliki, seperti KPR/KPA, hutang kartu kredit, hutang lainnya. Jangan masukkan gaji ke hitungan ini. Tujuan utama hitungan ini hanyalah untuk menakar seluruh kekayaan mu dan seluruh hutang piutang mu.

Sebagai ilustrasi, contohnya kamu mempunyai properti dengan nilai 600 juta rupiah dan hutang KPR/KPA sebanyak 400 juta rupiah. Artinya, networth mu adalah (600 juta dikurangi 400 juta) 200 juta rupiah. Setiap kalinya kamu membayar cicilan KPR/KPA, net worth mu bertambah karena hutang mu mengecil (ini dengan asumsi nilai properti mu tidak berubah).

Jangan bandingkan net worth mu dengan orang lain. Karena semua orang pastinya memiliki kondisi finansial yang unik. Maka perbandingan yang kamu lakukan tidak apple to appleLalu apa yang harus kamu lakukan setelah mengetahui nilai kekayaan bersih mu? Usahakan untuk menambahkan net worth mu sebanyak 5 hingga 10% setiap tahunnya. 

Cek Rasio Hutang

Setelah menghitung net worth, berikutnya yang harus kamu perhitungkan adalah pendapatanmu. Perhitungan rasio ini ditujukan untuk membandingkan seluruh hutang & cicilan mu terhadap pendapatan keseluruhanmu setiap bulannya. Cara menghitung rasio hutang (debt-to-income ratio) adalah dengan menghitung total hutang, termasuk cicilan, mu lalu dibagi dengan pendapatan keseluruhan mu setiap bulannya. 

Misalnya, pendapatanmu setiap bulannya adalah Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) sebelum pajak dan pengurangan lainnya. Lalu kamu memiliki hutang/cicilan per bulannya:

  • KPR/KPA sebanyak Rp 5.000.000
  • Cicilan kendaraan Rp 4.000.000
  • Cicilan kartu kredit Rp 1.000.000

Maka total semua hutang mu adalah Rp 10.000.000. Maka rasio hutang mu adalah (formula: hutang dibagi dengan pendapatan) 0.33 (Rp10.000.000 dibagi dengan Rp30.000.000). Biasanya, rasio yang sehat adalah 30% atau kurang. Bahkan sebaiknya kurang dari 20%.

Baca juga: Berapakah Tabungan yang Harus Dimiliki di Setiap Jenjang Usia?

Bila rasio mu terhitung lebih dari 50%, maka kamu harus secepatnya mengambil tindakan untuk mengurangi rasio mu. Terlebih lagi, bila rasio mu terlalu tinggi, maka banyak bank akan menolak ajuan pinjaman mu karena credit score mu dianggap rendah. Bila rasio hutang mu tinggi, maka artinya kamu memiliki terlalu banyak hutang. Sebaiknya kamu membayar semua hutang mu secepatnya dan secara agresif, dan mencari sumber penghasilan tambahan.

Melakukan pengecekan kesehatan finansial memang terasa berat di awalnya. Namun, hal ini sudah harus kamu lakukan. Lebih dini, lebih baik, agar kamu bisa menindaklanjuti keadaanmu dengan sigap dan cepat.