Finsy.co.id – Ketika tanggal tua datang, seringkali keuangan kita lagi seret-seretnya. Hal ini pasti terjadi bila kita tidak mengelola keuangan dengan baik. Penting sekali untuk kita mencatat keuangan pribadi agar kita dapat melakukan evaluasi keuangan kita.

Dengan membuat pembukuan finansial & pencatatan keuangan pribadi yang teratur, kamu tidak akan lagi “mepet” pas sudah waktunya tanggal tua. Bagaimana caranya? Berikut tips & cara sederhana mencatat keuangan pribadi!

Baca juga: Inilah Cara Membicarakan Kesehatan Finansial Bersama Pasangan

Tips 1: Gunakan tools spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets

Dengan menggunakan spreadsheet tool seperti Microsoft Excel atau Google Sheets, kamu bisa mencatat keuangan secara lebih rapi. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan fitur Excel atau Sheets untuk membuat grafik atau chart berdasarkan keuanganmu. Tapi bila kamu ingin menggunakan kertas dan pen, tidak masalah. Bila kamu memutuskan untuk menggunakan buku catatan, keuntungannya adalah buku itu bisa kamu bawa kemana-mana untuk mencatat semua pengeluaran).

Salah satu keunggulan menggunakan spreadsheet juga kamu bisa menyortir pengeluaranmu dari yang besar sampai yang kecil dengan mudah. Sehingga kamu tahu pengeluaran mana yang paling menjebol anggaranmu.

Pembagian kolom sederhana untuk mencatat keuangan pribadi

Siapkan pen dan kertas secukupnya. Lalu, catat semua pemasukan mu untuk bulan tersebut. Lalu, bagi catatanmu menjadi 4 kolom berisikan Tanggal, Pengeluaran, Jumlah Pengeluaran, Jumlah pemasukan.

Tanggal | Pengeluaran | Jumlah Pengeluaran | Jumlah Pemasukan

Lalu, catat semua pengeluaran mu setiap bulannya (seperti kebutuhan akomodasi/biaya kos, biaya telepon, Internet, dan sejenisnya).Setelah itu, kamu tinggal jumlahkan semua pengeluaranmu, lalu kurangi jumlah pemasukan dengan jumlah pengeluaran.

Sesuaikan catatan keuangan dengan kebutuhanmu

Kamu bisa menyesuaikan catatan ini sesuai dengan kebutuhanmu. Misalnya, kamu bisa mencatat semua pengeluaran uang cash mu di buku catatan, lalu di akhir bulan baru ditambahkan dengan pengeluaran dari kartu debit atau tagihan kartu kredit. Atau kamu juga bisa langsung mengurangi pengeluaran dan menambahkan dengan pemasukan supaya kamu betul-betul bisa melihat seberapa banyak pengeluaranmu saat ini/bulan ini.

Analisa dan evaluasi kembali keadaan finansialmu setiap bulan

Apapun metode yang kamu pilih, setelah mencatat keuangan mu dengan giat selama sebulan, kamu bisa mencari tahu mana pengeluaran mu yang paling boros dalam sebulan. Bila kamu menggunakan Excel atau Google Sheets, kamu bisa dengan mudah menggunakan fitur tombol sort. 

Dengan mengevaluasi pengeluaran dan pemasukan mu, kamu bisa mengetahui kesehatan finansialmu. Lalu kamu bisa mengambil tindakan untuk memperbaiki keadaanmu. Kamu juga bisa membagikan semua pengeluaran sesuai dengan kategori. Contohnya, berikan kategori “rekreasi” untuk pengeluaran seperti tiket nonton di bioskop, lalu kategori “jajan” untuk pengeluaran seperti membeli minuman atau snacks.

Setelah itu, kamu bisa menjumlahkan semua pengeluaranmu untuk kategori tertentu. Bagikan dengan jumlah pengeluaran sebulan untuk mendapatkan persentase pengeluaran untuk kategori tersebut. Dengan adanya persentase, kamu dapat dengan mudah melihat kategori pengeluaran mana yang paling boros.

Baca juga: 5 Kesalahan Finansial yang Tidak Dilakukan Orang Kaya

Tidak ada kata terlambat untuk membenahi kesehatan finansialmu. Salah satu cara yang bisa langsung kamu terapkan adalah dengan mencatat keuangan pribadi. Karena kamu jadi tahu betul pengeluaran dan pemasukan mu untuk sebulan. Terlebih lagi, dengan mencatat keuangan pribadi kita cenderung menjadi lebih sadar akan pengeluaran kita, sehingga mengurangi potensi untuk pengeluaran impulsif.