Finsy.co.id – Seiring dengan semakin majunya bisnis berbasis digital dan teknologi di Indonesia, semakin banyak pula perusahaan TekFin (Teknologi Finansial) atau FinTech yang menjamur di Indonesia. Tetapi dewasa ini, berita mengenai perusahaan fintech (financial technology) ilegal juga semakin marak.

Sesungguhnya, keberadaan perusahaan FinTech di Indonesia membantu untuk meratakan inklusi keuangan, dengan memberikan beragam produk dan layanan keuangan kepada masyarakat luas yang belum terjamah oleh institusi keuangan tradisional.

Namun banyak juga perusahaan fintech ilegal yang tujuan utamanya hanyalah mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dari korban yang mereka tipu. Model bisnis perusahaan fintech bodong pun juga bermacam-macam, dari peer-to-peer lending, multi-level marketing, hingga pialang cryptocurrency atau investasi lainnya.

Terlebih lagi, sekitar 70% dari total fintech ilegal yang beroperasi di Indonesia berasal dari negara asing seperti China, Korea Selatan, dan Rusia. Saat ini, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah turun tangan dalam memperketat pengawasan dan regulasi startup fintech guna memastikan perkembangan industri tekfin yang aman bagi pelaku bisnis dan juga konsumennya.

Penting sekali untuk Anda mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri tekfin bodong. Berikut adalah ciri-ciri dan cara menghindari tipuan fintech ilegal.

Identitas Pemberi Jasa Tidak Jelas

Ilegal fintech
Bertumbuhnya bisnis fintech turut menggerakan fintech ilegal untuk berbisnis.

Sebelum meminjam atau menaruh investasi di sebuah perusahaan tekfin, sebaiknya Anda lakukan dulu riset mengenai identitas pemberi jasa. Biasanya, fintech bodong akan dengan sengaja menyamarkan identitas, nama PT, atau alamat kantor mereka.

Selain itu, akan sulit sekali untuk mencari tahu mengenai identitas pemilik, pengelola fintek tersebut. Fintek bodong juga akan menyamarkan rekam jejak atau historis perusahaan mereka.

Model Bisnis yang Tidak Transparan

Ilegal fintech
Biasanya, fintech ilegal tidak akan terbuka soal bisnis model mereka.

Selain dari identitas pengelola yang tidak jelas, fintek bodong pada umumnya tidak menjelaskan skema atau model bisnis mereka secara jelas dan transparan.

Tawaran yang Tidak Masuk Akal Menariknya

Illegal Fintech
Tawaran menggiurkan dan tak masuk akal kerap menjadi jebakan bagi konsumen

Bila perusahaan tekfin tersebut menawarkan skema yang terlalu menarik (too good to be true), ada kemungkinan besar perusahaan fintek tersebut adalah fintek ilegal.

Perhatikan juga persyaratan bunga yang harus Anda bayarkan. Biasanya, bunga atau denda yang harus dibayarkan tidak masuk akal mahalnya. Dengan skema ini, korban akan dengan mudah dan cepat dililit hutang yang tidak masuk akal.

Mengambil Nomor Pelanggan Secara Diam-diam

Illegal fintech
Penyebaran nomer/data konsumen masih menjadi permasalahan terkait fintech ilegal.

Fintek ilegal akan mengambil secara diam-diam semua nomor yang tercatat di gadget nasabah. Hal ini tentunya dilarang keras oleh OJK. Perusahaan yang sudah terdaftar dengan OJK tidak diperbolehkan untuk melakukan hal ini, dan bila ditemukan melanggar peraturan, akan dicabut izinnya.

Nasabah Diintimidasi oleh Debt Collector

Illegal fintech
Baik deskcoll ataupun penagih lapangan, faktor ini masih menjadi momok bagi konsumen.

Salah satu ciri fintek ilegal yang paling jelas adalah bila perusahaan fintech tersebut menggunakan jasa debt collector atau penagih utang yang menggunakan cara-cara intimidasi ketika melaksanakan tugasnya.

Hal ini tentunya juga dilarang keras oleh OJK. Setiap pelaku usaha fintek atau institusi keuangan konvensional lainnya sebetulnya tidak diperbolehkan untuk menggunakan intimidasi ketika menagih utang.

Bila Anda menemukan perusahaan FinTek yang Anda sangka bodong atau ilegal, kirimkanlah surel ke alamat Kominfo di aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Sebelum meminjam, tentunya Anda harus menghitung-hitung juga. Bila Anda merasa tidak bisa membayar hutang dengan bunganya, janganlah meminjam dan jangan mudah tergiur. Lakukan juga riset dan pelajari perusahaan fintek yang Anda minati.

Kalau mau yang pasti-pasti saja, ajukan pinjaman mu dengan Finsy yang sudah terdaftar dengan OJK!