Finsy.co.id – Reksa dana bisa menjadi alternatif yang tepat untuk investor pemula maupun untuk Anda yang ingin berinvestasi secara pasif. Bila kamu membeli produk reksadana, portfolio Anda diatur dan dikelola secara profesional oleh Fund Manager sehingga Anda tidak harus terlalu banyak memonitor pergerakan pasar modal.

Apa itu Reksa Dana?

Reksa dana adalah wadah untuk mengumpulkan dana dari pemodal (investor). Pemodal yang dimaksud disini adalah masyarakat umum. Semua dana yang dikumpulkan dari pemberi dana/pemodal/investor, akan dikelola dan diinvestasikan oleh manajer investasi (perusahaan asset management).

Jenis-jenis Reksa Dana

Reksa dana sendiri pun memiliki banyak jenisnya. Yaitu adalah reksa dana pasar uang, reksa dana syariah, reksa dana ekuitas/saham, reksa dana pendapatan tetap (fixed income) maupun reksa dana campuran.

Baca juga: Kenali Jenis Instrumen Investasi yang Ada di Indonesia

  • Reksa dana pasar uang

Pada umumnya reksa dana pasar uang memiliki risiko yang sangat kecil. Cocok untuk Anda yang tidak dapat mentolerir risiko tinggi. Fund manager pasar uang biasanya menginvestasikan dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi. Pada umumnya, reksa dana pasar uang retur nya lebih tinggi dibandingkan rekening koran atau tabungan.

  • Reksa dana campuran

Reksa dana campuran, seperti namanya, adalah portfolio dengan campuran pasar uang, obligasi, dan saham. Cocok untuk Anda yang memiliki risk profile yang bisa mentolerir risiko menengah. 

  • Reksa dana pendapatan tetap (fixed income)

Reksa dana pendapatan tetap juga memiliki risiko yang cenderung low risk. Cocok untuk Anda yang berprofil konservatif. Untuk reksa dana pendapatan tetap, biasanya fund manager menginvestasikan dana di deposito berjangka, surat berharga, dan obligasi dengan jangka waktu yang relatif panjang.

  • Reksa dana ekuitas/reksa dana saham

Reksa dana ekuitas adalah reksa dana yang setidaknya 80% dari portfolio investasinya dialokasikan ke saham. Reksa dana ekuitas cenderung tidak stabil, berisiko tinggi, namun dengan retur atau imbal hasil paling tinggi. Manajer investasi atau perusahaan asset management harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berapa banyak modal yang harus diserahkan untuk reksa dana?

Untuk memulai investasi reksa dana, Anda tidak harus menyisihkan modal yang banyak. Anda dapat memulai investasi reksa dana dengan modal sekecil Rp100.000 sekalipun.

Bagaimana cara memulai investasi reksa dana?

Untuk memulai reksa dana, kenali dulu profil risiko Anda dan juga tujuan Anda berinvestasi. Karena berbeda profil risiko dan beda tujuan, maka berbeda juga produk reksa dananya.

Baca juga: Ini Dia Ide Bisnis Online Mudah yang Bisa Kamu Coba!

Misalnya, bila Anda menginginkan investasi yang cepat dan low-risk (dibawah 1 tahun), maka investasi reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat. Sedangkan bila Anda ingin investasi dengan jangka waktu 3-5 tahun, maka investasi reksa dana pendapatan tetap bisa menjadi pilihan Anda. 

Bila Anda memiliki jangka waktu investasi yang panjang (paling tidak 5 tahun), reksa dana ekuitas atau saham adalah reksa dana yang tepat untuk Anda. Sebelum membeli produk reksa dana, sebaiknya Anda baca dan pahami lebih dahulu historis fund manager dan asset manager pilihan Anda. Anda dapat mengunduh fact sheet atau fund prospectus dari asset manager itu untuk mengetahui kira-kira portfolio investasi produk tertentu seperti apa.

Ketika membeli produk reksa dana, ada beberapa tipe biaya yang harus Anda pelajari:

  • Subscription fee (biaya pembelian unit penyertaan) – biaya yang dikenakan ketika Anda membeli atau menaruh modal investasi pertama kali.
  • Redemption fee (Biaya penjualan kembali unit penyertaan) – biaya yang dikenakan ketika Anda menjual kembali produk reksa dana Anda.
  • Switching fee (biaya pengalihan unit penyertaan) – biaya yang dikenakan bila Anda ingin mengganti produk reksa dana (dari Asset Manager yang sama). 


Biasanya, biaya ini akan bervariasi bergantung dari Asset Manager yang Anda pilih. Anda juga dapat menemukan informasi mengenai biaya ini di prospectus