Finsy.co.idMemiliki atau mengajukan utang bukanlah hal yang buruk. Jika dikelola dengan baik dan bijak, utang justru bisa menjadi solusi keuangan yang sangat membantu. Namun, tak sedikit orang yang akhirnya terjebak masalah keuangan akibat utang menumpuk yang tak dikelola dengan baik. Ada banyak sekali alasan mengapa orang bisa terjebak dalam situasi utang yang menumpuk. 

Yuk, ketahui berbagai faktor dan alasan penyebab utang menumpuk paling umum berikut untuk bantu kamu buat keputusan keuangan yang lebih baik dan terhindar dari masalah utang yang menumpuk!

Baca juga: 7 Tips Menabung untuk Milenial yang Jitu

Utang yang Tak Tercatat

Saat mengajukan utang, sangat penting untuk mencatat utang-utang yang kamu miliki dan memasukkannya ke dalam perencanaan keuangan untuk melunasinya. Alasan mengapa utang bisa menumpuk adalah tidak tercatatnya utang dan membiarkan terus berbunga hingga batas waktu pelunasan.

Hal ini tak hanya membuat nilai utang semakin besar karena bunga, namun perlahan bisa menjadi masalah keuangan yang serius ketika utang yang kamu miliki semakin menumpuk karena ditambah utang-utang lainnya.

Menunda-nunda dalam Melunasi Utang

Mencatat utang yang dimiliki saja tidaklah cukup. Kamu harus memiliki rencana pelunasan dari utang tersebut secara tepat waktu atau bahkan lebih cepat. Menunda-nunda dalam melunasi utang merupakan alasan lain mengapa seseorang bisa memiliki utang yang menumpuk. Aturlah prioritas pengeluaran dan tempatkan pelunasan utang ke dalam salah satu prioritas utama agar kamu tidak terlilit utang yang menumpuk.

Mencicil diluar Kemampuan Keuangan

Mencicil atau kredit bisa jadi solusi yang praktis ketika kamu memiliki kebutuhan yang membutuhkan biaya tak kecil. Namun, saat memutuskan untuk mencicil atau mengajukan kredit, pastikan jumlah cicilan setiap bulannya sesuai dengan kemampuan keuanganmu tanpa merusak perencanaan keuangan rutin. Mengajukan cicilan dengan nilai yang terlalu besar dan tak sesuai dengan kemampuan keuangan merupakan alasan mengapa utang bisa menumpuk lainnya.

Baca juga: 5 Kesalahan Umum dalam Mengajukan Pinjaman

Utang yang Konsumtif

Alasan penyebab utang menumpuk selanjutnya adalah kecenderungan untuk memiliki utang konsumtif dibandingkan utang produktif. Utang konsumtif sendiri secara sederhana bisa diartikan sebagai utang yang tidak bisa meningkatkan pendapatan, berbeda dengan utang produktif yang mampu meningkatkan pendapatan seperti utang untuk modal usaha atau utang untuk investasi. Utang konsumtif cenderung digunakan untuk kebutuhan konsumsi yang tidak bisa menambah pendapatan melainkan membebani pengeluaran.

Tak Mempunyai Tabungan & Dana Cadangan

Faktor penyebab utang menumpuk selanjutnya adalah tidak adanya tabungan dan juga dana cadangan yang disiapkan untuk saat-saat mendesak, seperti pada saat utang mulai menumpuk. Ketika jumlah utang mulai tak terkendali dan menumpuk, dana cadangan inilah yang bisa jadi penyelamatmu.

Tidak Memiliki Perencanaan Keuangan

Tak hanya karena tak adanya persiapan tabungan dan dana cadangan, secara lebih kompleks, faktor utama penyebab utang menumpuk adalah tidak adanya perencanaan keuangan yang baik dan matang. Perencanaan keuangan, termasuk pengalokasian penghasilan untuk melunasi utang adalah hal yang sangat mendasar untuk memastikan keuangan tetap dalam kondisi “sehat” dan masalah utang menumpuk bisa dihindari. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Hutang, Utang, dan Piutang!

Perlu diingat, utang tak selalu berarti hal yang buruk. Dengan pengelolaan, kamu bisa memiliki utang produktif yang justru bisa mendatangkan keuntungan untukmu. Namun, jika kamu terjebak dengan berbagai kebiasaan dan hal-hal yang telah disebutkan di atas, tentu utang bisa menjadi menumpuk dan mendatangkan permasalahan yang lebih besar dalam keuanganmu. Yuk, lebih bijak dalam mengelola keuangan dan utang yang kamu miliki!