Finsy.co.id – Hampir semua orang beraspirasi menjadi sukses dan kaya. Tetapi, tidak banyak juga orang yang mengerti betul apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari bila ingin menjadi kaya. Bila kamu betul-betul ingin makmur secara finansial, tidak ada salahnya mencontoh tips & kebiasaan finansial orang kaya. 

Banyak orang yang akan memberikanmu nasihat seperti “jangan menghabur-hamburkan uang untuk makan mahal atau minuman mahal”, “jangan sering-sering memotong rambut”. Tetapi bila kamu terlalu fokus dengan hemat, kamu jadi tidak bisa menikmati hidup secara optimal. Selain itu, nasihat seperti ini biasanya sulit untuk dijalankan dan akhirnya menjadi kurang realistis. 

Orang yang sukses tidak akan menghabiskan waktunya mengkhawatirkan tentang hal-hal sepele seperti itu. Mereka memfokuskan perhatian mereka di hal-hal yang akan memberikan mereka return atau imbal hasil yang banyak. Ini lah beberapa kesalahan finansial yang dihindari orang kaya!

Baca juga: 5 Tips & Cara Liburan Hemat yang Bisa Kamu Terapkan!

Selalu Menyalahkan Orang Lain

Orang kaya & sukses tidak pernah menyalahkan orang lain atau hal eksternal lainnya atas kerugian, kemalangan yang menimpa mereka. Mereka tahu betul apa yang bisa mereka kontrol, dan mereka lepaskan apa yang tidak bisa mereka kontrol. Ketika kamu menyalahkan orang lain, di saat itu juga kamu sebetulnya menyatakan bahwa kamu adalah korban yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk memperbaiki keadaan mu.

Padahal, tentunya kamu selalu bisa mengambil keputusan dan tindakan untuk memperbaiki keadaan. Setiap kegagalan, kesalahan yang dibuat oleh orang kaya, selalu dijadikan bahan pelajaran bagi mereka.

Tidak Investasikan Diri Sendiri

Investasi pada diri sendiri selalu membuahkan imbal hasil yang tertinggi dan terbaik, menurut mantan presiden Amerika & milyader pertama asal Amerika, Benjamin Franklin. Jangan pernah berhenti untuk belajar untuk menjadi diri yang lebih baik lagi. Artinya, gunakan uangmu untuk investasi ilmu seperti buku, seminar, workshop, dan training lainnya. Jangan sampai kamu harus menunggu-nunggu perusahaan untuk membayarkan biaya training mu. Lakukanlah sendiri, tidak usah menunggu.

Tidak Menabung

Banyak orang sering kalap ketika melihat diskon cuci gudang besar-besaran. Ketika mereka melihat uang di rekening mereka, langsung dipikirkan apa yang “harus” atau “butuh” untuk dibeli. Orang kaya mengerti betul betapa penting nya menabung. Setidaknya, 10% dari pemasukan mereka. Ketimbang membeli barang secara impulsif, mereka pertimbangkan dulu apa yang betul-betul mereka butuhi.

Baca juga: Inilah Cara Membicarakan Kesehatan Finansial Bersama Pasangan

Membeli Barang yang Tidak Berkualitas

Terkadang membeli barang itu tidak cukup asal murah. Kerap kali ketika membeli produk, harga murah berarti kualitas yang kurang baik. Daripada membeli produk murah, yang paling penting adalah membeli produk dengan value. Maksudnya adalah, produk dengan kualitas terbaik dengan harga yang paling oke. 

Orang kaya menyadari betul hal ini. Daripada membeli sepatu dengan harga Rp100.000 yang cuma akan bertahan setahun, mereka akan membeli sepatu dengan harga Rp500.000 yang akan bertahan selama 4 tahun lebih. Berpikirlah secara jangka panjang.

Pengeluaran Lebih Banyak Daripada Pemasukan

Tidak semua “orang kaya” selalu memakai uangnya untuk membeli mobil sports atau tiket business class untuk jalan-jalan ke Eropa. Tetapi banyak sekali orang kaya yang sebetulnya hidupnya justru sederhana (dan karena hidup sederhana, jadi kaya). Ingat, orang yang memiliki mobil sports dan lifestyle yang mewah itu belum tentu kaya (siapa tahu mereka punya hutang yang banyak). Orang kaya & sukses selalu sadar akan keadaan finansial mereka. Orang kaya tetap kaya karena mereka berhati-hati dengan menabung dan menyimpang uang, bukan menghambur-hamburkannya.

Dengan mengganti mindset dan kebiasaan mu, kamu bisa menghindari kesalahan-kesalahan finansial diatas. Ingat, menjadi kaya & sukses itu tergantung dari keputusan-keputusan dan kebiasaan kecil yang kamu buat dalam perjalananmu.