Finsy.co.id – Banyaknya opsi pinjaman online p2p yang sekarang tersedia di Indonesia memang memberikan kemudahan dan kenyamanan serta pemerataan inklusi keuangan. Dalam hanya beberapa klik dan beberapa hari saja, kamu sudah bisa mengajukan pinjaman online tanpa agunan. 

Namun, bila kita mengajukan pinjaman online, ada beberapa hal yang harus kita pastikan dulu. Pinjaman online memang memudahkan kita dan memberikan kita kelegaan finansial, namun bila kita mengajukan pinjaman tanpa dipikir matang-matang, maka nantinya akan berujung buruk untuk keadaan finansial kita. 

Maka dari itu, cek beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman online!

Cek bila perusahaan atau platform sudah terdaftar OJK

Sebelum mengajukan pinjaman online, sebaiknya kamu cek dahulu bila platform atau perusahaan penyedia jasa pinjaman online sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Karena sebelum perusahaan bisa terdaftar di OJK, perusahaan tersebut (beserta dengan direktur dan komisaris perusahaan) harus lulus pengecekan dan audit OJK. Cek dan riset dahulu background dan identitas perusahaan itu, pastikan fintech tersebut bukan fintech ilegal. 

Baca juga: Awas, Ini Dia Caranya Menghindari Tipuan Fintech Ilegal!

Cek berapa lama proses peminjaman

Cek dan cari tahu dulu berapa lama sampai pinjaman mu akan cair di rekening. Jangan sampai nanti ketika kamu membutuhkan uangnya, pinjamannya malah belum cair di rekening mu.

Untuk semua kebutuhan darurat mu, cek Finsy untuk pinjaman online yang mudah. Di Finsy, pinjaman mu akan cair dalam waktu kurang lebih 24 jam.

Hitung-hitung bunga, tenor, dan cara pembayaran mu

Pada umumnya, bunga yang ditawarkan untuk pinjaman dari fintech online lebih tinggi dibandingkan bunga pinjaman dari institusi konvensional. Karena kebanyakan pinjaman online tidak memerlukan agunan atau credit history, maka bagi pemberi pinjaman terhitung sangat tinggi resikonya.

Cari tahu dulu seberapa besar bunga yang dibebankan kepada peminjam. Banyak fintech ilegal atau fintech liar yang membebankan bunga jauh diatas ambang normal (kira-kira sebesar 1% setiap harinya. Lalu selain dari bunga, ada biaya-biaya tambahan lainnya yang butuh kamu waspadai, seperti contohnya biaya administrasi, biaya denda, dan lainnya.

Baca juga: Apakah itu Peer-to-Peer (P2P) Lending? Simak Penjelasannya

Hitung-hitung dulu kemampuanmu untuk membayar kembali pinjaman itu

Sebelum mengambil pinjaman online, pastikan dulu nantinya kamu bisa membayar balik pinjaman itu. Rasio pinjaman yang sehat adalah sekitar 20-25% dari total gaji mu. Bila pinjaman yang kamu ambil lebih dari itu, sebaiknya kamu pikirkan ulang keputusanmu. Karena bila tidak, nantinya jadi terasa sangat berat ketika sudah waktunya membayar kembali hutang mu.

Evaluasi diri sebelum mengambil pinjaman online

Sebelum mengambil pinjaman online, sebaiknya kamu evaluasi diri terlebih dahulu. Tanyakan pada diri sendiri mengapa kamu membutuhkan pinjaman itu. Apakah kamu membutuhkan uangnya untuk keperluan konsumtif? Atau apakah kamu membutuhkannya untuk keperluan darurat seperti untuk membayar biaya rumah sakit, keluarga yang meninggal, atau kecelakaan lainnya? (maka dari itu kami rekomendasikan untuk semua orang untuk memiliki tabungan darurat, untuk kejadian dan kecelakaan tak terduga seperti diatas).

Bila pinjaman itu diambil untuk keperluan yang tidak terlalu darurat, maka pikirkan lah kembali keputusanmu. Namun bila ada keperluan mendadak, seperti kebutuhan sehari-hari atau kesehatan anda dapat mempertimbangkannya. Walaupun pinjaman online memberikan kemudahan & kelegaan finansial, mengambil pinjaman online bukanlah hal yang enteng. Perlu kamu pikirkan matang-matang dengan mempertimbangkan 5 hal diatas. Bila tidak, ujung-ujungnya kamu akan seperti gali lubang tutup lubang.