Finsy.co.id – Tujuan dari berinvestasi tentunya untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Namun, investasi juga memiliki risiko yang bila tidak dikontrol justru bisa mendatangkan kerugian. Setiap jenis investasi memiliki risiko investasi masing-masing yang berbeda. Namun, ada beberapa risiko investasi umum yang bisa kamu pahami sebelum memulai berinvestasi.

Agar lebih siap berinvestasi, simak berbagai risiko investasi yang perlu kamu pahami sebelum mulai berinvestasi!

Risiko Inflasi

Risiko investasi pertama yang cukup mendasar adalah inflasi. Laju inflasi sendiri bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, misalkan kelangkaan komoditas tertentu sehingga mengakibatkan kenaikan harga yang ekstrim terhadap barang lainnya hingga kebijakan-kebijakan dari pemerintah dan lainnya. 

Kenaikan inflasi yang ekstrim bisa menjadi risiko investasi dimana nilai investasi kamu menjadi tak lagi sebanding bahkan merugi. Namun, tak hanya menjadi risiko investasi laju inflasi juga bisa saja memberikan nilai positif pada investasi tergantung pada bentuk investasi serta pergerakan inflasi yang justru menurun.

Risiko Vasa atau Nilai Tukar Mata Uang

Faktor lainnya yang bisa menjadi risiko dalam investasi yang kamu lakukan adalah Vasa atau nilai tukar mata uang. Sama halnya dengan risiko investasi sebelumnya, faktor satu ini bisa saja justru mendatangkan keuntungan tergantung pada investasi yang dilakukan.

Baca juga: 4 Pilihan Investasi bagi Pemula dalam Dunia Bisnis

Misalkan terjadi penguatan nilai USD dan pelemahan Rupiah, maka investasi yang dilakukan dalam rupiah akan ikut melemah atau menurun. Namun, jika pada saat itu kamu memiliki investasi dalam USD, maka pada saat itu justru investasi tengah menguat dan bisa menuai keuntungan. Hal ini juga berlaku pada berbagai mata uang lainnya.

Risiko Likuiditas

Pada saat memutuskan untuk memulai investasi, sangat penting untung melakukan riset mengenai likuiditas dari investasi tersebut. Likuiditas sendiri secara sederhana bisa diartikan sebagai pencairan nilai investasi ataupun keuntungannya. Risiko investasi ini perlu dipertimbangkan karena bisa menyulitkan saat membutuhkan dana darurat.

Untuk investasi properti misalnya dimana untuk mendapatkan kembali nilai uang atau keuntungannya membutuhkan waktu yang relatif panjang. Sehingga jika kamu membutuhkan dana darurat, kamu mungkin tidak bisa bergantung pada dana yang kamu investasikan. Deposito adalah contoh investasi lainnya yang memiliki risiko likuiditas ini.

Contoh investasi yang mungkin bisa dipilih untuk menghindari risiko investasi ini adalah investasi pasar saham dan juga investasi logam mulia. Namun risiko investasi likuiditas juga bergantung pada lembaga keuangan yang mengelola investasi ataupun perusahaan dimana kamu berinvestasi.

Risiko Negara & Regulasi Pemerintah 

Risiko investasi lainnya adalah kondisi dari negara dimana kamu berinvestasi serta kebijakan-kebijakan pemerintah negara tersebut. Misalkan investasi dilakukan di Indonesia, maka ketika kondisi Indonesia tidak kondusif misalkan diakibatkan kerusuhan, politik, bencana alam, dan sebagainya bisa berakibat pada menurunnya nilai investasi. Selain itu, berbagai kebijakan dan regulasi dikeluarkan di Indonesia juga bisa mempengaruhi investasi. Maka dari itu, pastikan pada saat berinvestasi selalu beri perhatian lebih pada kebijakan-kebijakan ekonomi negara untuk menentukan apakah ini saat yang tepat untuk memulai atau meningkatkan nilai investasi agar risiko investasi bisa diminimalisir.

Baca juga: 5 Karakteristik Milenial dalam Bekerja

Itulah beberapa bentuk risiko investasi yang mungkin saja akan kamu temui pada saat memulai berinvestasi. Meskipun memiliki risiko, dengan perhitungan yang matang dan pengelolaan yang baik tentu risiko investasi tersebut bisa diminimalisir dan juga dihindari. Kini, apakah kamu sudah siap untuk memulai investasi?

Jika kamu ingin mulai investasi dan terkendala masalah pendanaan modal, segera download aplikasi Finsy! Cukup dengan smartphone dan aplikasi Finsy, kamu bisa mengajukan pinjaman dana secara online dengan mudah dan proses yang cepat. Tak ada alasan lagi untuk tak segera mulai investasi, bukan?